Semuanya Masih Serba Kemungkinan Hingga Akhir Hayat Tiba (1)

Home » Semuanya Masih Serba Kemungkinan Hingga Akhir Hayat Tiba (1)

Sang Iblis Tetap Mencari Celah Jitu Guna Menyesatkan Manusia Berkelas Sekalipun

رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ٨

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)” (QS. Ali Imran (3): 8)

Dengan membaca sepenggal kisah ini, semoga bisa menjadi renungan kita bersama, bahwa sebagai hamba Allah kita tidak bisa melepaskan diri untuk senantiasa berdoa dan terus berdoa memohon perlindungan dan petunjuk kepada-Nya. Kapanpun dan dimanapun berada.

Pada zaman dahulu,tepatnya pada masa Bani Israil terdapat seorang tokoh yang terkenal bernama Barshisha. Beliau menjadi rujukan dan pujaan dari banyak orang karena keilmuannya dan kesalehannya. Murid dan para pengikutnya yang setia berjumlah lebih dari 60.000. Mereka semua bisa menjadi terkenal karena ilmu dan spiritualitas yang diajarkan olehnya.

Lebih dari itu, para malaikat pun ternyata juga kagum akan ilmu dan tingkat spiritualitas yang dimiliki oleh sang guru, Barshisha. Melihat yang demikian ini, Allah. mengingatkan kepada para malaikat-Nya untuk tidak terburu-buru dalam menyanjungnya. “Wahai para malaikat-Ku, jangan terburu-buru untuk mengaguminya terlebih dahulu. Dengan ilmu-Ku, Aku-lah Yang Maha Mengetahui, apa saja yang kalian tidak ketahui.” kata Allah

Melihat sosok yang begitu terkenal akan keilmuan, dan kesalehannya. Iblis pun tidak bisa tinggal diam. Akhirnya iblis pun merencanakan sesuatu untuk merayu dan mengajaknya untuk berbuat ingkar kepada Allah.

Pada suatu waktu, sang iblis pun mendatangi sosok Barshisha untuk berpura-pura berguru dan mencari ilmu darinya. Selama proses belajarnya dengan Barshisha, iblis hanyalah beribadah, tidak makan dan tidak pula minum. Melihat yang demikian ini, Barshisha pun heran seraya menanyakan diri pada sang iblis yang menyamar untuk berguru tersebut.

“Bagaimana dirimu bisa kuat dalam beribadah dalam waktu yang lama? Lalu, Bagaimana pula dirimu bisa menahan makan dan minum berhari-hari selama waktu beribadah? “Saya sudah menjalankan ibadah berpuluh-puluh tahun tapi belum bisa seperti dirimu.”

Iblis pun menjawab dengan penuh kepiawaiannya, “Saya bisa melakukan ini semua karena saya mempunyai sejarah kelam, serta dosa-dosa yang amat banyak, lalu bertobat dengan sungguh-sungguh. Jika tuan pernah melakukan dosa-dosa besar, seperti zina ataupun membunuh orang, kemudian menjalankan tobat, pasti tuan bisa menikmati lezatnya ibadah, cobalah sekali saja untuk berzina atau membunuh orang”

Mendengar yang demikian itu, Barshisha jelas dengan sadar menolaknya. Akhirnya dengan kepintaran dan rencana yang sudah matang. Iblis pun terus mendorong agar Barshihsa melakukan perbuatan dosa terlebih dahulu agar supaya bisa menikmati ibadah yang dilakukannya.

Barshihsa pun berkata, “ Bagaimana kalau mencoba minum-minuman keras?”. Iblis pun segera menganjurkan sembari menjawabnya “Ya, itulah dosa kecil serta mudah untuk diampuni Allah, karena tidak bersangkutan dengan orang lain”

Akhirnya setelah dibertahukan tempat jual beli minuman keras, Barshisha pun berangkat untuk menuju kedai minuman keras tersebut. Setelah sampai di kedai tersebut, tidak sengaja ternyata kedai tersebut dijaga oleh wanita yang berparas cantik dan menawan.

Sembari menikmati sedikit dari minuman keras yang dibeli dari kedai tersebut, Barshisha pun menjadi mabuk. Ia tidak bisa menahan dan mengendalikan rangsangan dari wanita penjual minuman keras tersebut. Hingga pada akhirnya terjadilah pemerkosaan pada wanita tersebut.

Nasib malang menimpa Barshisha, perbuatan kotornya diketahui oleh suami dari wanita penjaga kedai minuman keras yang pada waktu itu baru datang. Tanpa pikir panjang, Barshisha pun akhirnya membunuh suami wanita tersebut karena takut perbuatannya diketahui banyak orang.

Melihat kejadian tersebut, sang iblis pun menjadi puas dan lega, karena Barshisha melakuka tiga dosa dalam satu waktu sekaligus. Mabuk, berbuat zina, dan membunuh. Akhirnya, Barshisha pun ditangkap oleh aparat keamanan dan dijatuhi hukuman mati.

Di tiang gantungan, Barshisha didatangi oleh sang iblis yang menyuruhnya untuk melakukan perbuatan dosa. Iblis berkata “ Maukah dirimu saya tolong agar bisa terbebaskan dari hukuman ini? Jika mau, segera pejamkan mata dan tundukkan kepalamu sejenak kepadaku”. Sewaktu melakukan perintah iblis itulah dirinya menghembuskan nafas yang terakhir. ….. Na’udzubillaah

Dari sepenggal kisah di atas, semoga menjadikan diri kita selalu waspada, tidak terburu-buru dalam menilai kehebatan seseorang, karena kita tidak bisa mengetahui akan hasil akhirnya.

Kita hanya bisa berharap semoga sosok atau tokoh yang kita kagumi senantiasa diberikan pahala dan keberkahan atas ilmu-ilmu Allah yang telah dititipkan kepadanya, kemudian  diamalkan dan diajarkannya, baik kepada diri kita khususnya dan pada semua orang pada umumnya. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin

Sumber :

Moh. Ali Aziz, Hidup Masih Koma, Belum Titik, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo), 2019

Gambar: Nino Carè dari Pixabay