satu bangunan yang kokoh dan kuat

Home » satu bangunan yang kokoh dan kuat

Orang Beriman Bagaikan Satu Bangunan yang Kokoh dan Kuat

Kajian Singkat Hadis Nabi Muhammad SAW. (tentang tolong menolong orang yang terdzalimi)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ ، عَنْ أَبِي مُوسَى ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al ‘Alaa’ telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan”. Dan Beliau mendemontrasikannya dengan cara mengepalkan jari jemari Beliau.(HR.Bukhari: 2266)

Inti dari hadis di atas yang menjelaksan bahwa orang yang beriman itu seperti bangunan yang satu, yang mana bangunan tersebut terdiri dari beberapa komponen yang saling menguatkan antara komponen satu dengan komponen yang lain (ba’dhuhum ba’dh), jika kita pelajari hadist ini tentu mempunyai banyak makna dan yang paling utama adalah perihal persatuan dan kesatuan ummat Islam di seluruh penjuru dunia.

Analogi hadis di atas dapat kita lihat ketika menjumpai sebuah proyek bangunan yang mana bangunan tersebut selesai dalam waktu yang lama, dan hasilnyapun cukup menakjubkan ketika dilihat orang-orang yang berada di sekitarnya. Sehingga orang-orang tersebut tertarik untuk melihat atau mengunjungi bangunan tersebut.

Tentu kita ketahui bersama bahwa dalam sebuah bangunan, entah itu rumah, hotel, jembatan, dan lain sebagainya. Membutuhkan sebuah perencanaan yang matang untuk membangunnya, ini semua dilakukan supaya bangunan yang kokoh tersebut juga mempunyai kekuatan dalam situasi dan kondisi apapun atau bisa dikatakan untuk meminimalisir jumlah kerusakan yang ada ketika sedang terjadi bencana alam.

Baca juga: Cari Tahu Makna Rukun Islam untuk Menjadi Seorang Muslim Sejati

Rahasia sebuah bangunan yang kokoh dan kuat

Pemakaian kata bunyaan al-waahid dalam hadist di atas yang berarti bangunan yang satu, merupakan sebuah cerminan bagi kita semua untuk saling tolong menolong satu sama lain dalam hal kebaikan demi menjaga umat Islam sebagai ummatan wahidah (umat yang satu) tanpa menunjukkan kepribadian masing-masing.

Pemakaian kata bunyaan yang diartikan sebagai sebuah bangunan itu sendiri mengandung makna yang cukup dalam, sesuatu yang disebut bangunan yang kokoh sudah barang tentu di dalamnya mengandung komponen-komponen lain, misalnya: batu bata, pasir, semen, batu koral, besi, kayu, cat, dan lain sebagainya.

Meski di dalam bangunan itu sendiri terdapat berbagai komponen, semua tetap menjaga identitasnya masing-masing dan tidak menampakkan kepribadian mereka masing-masing. Hal ini akan menjadi berbeda ketika semua komponen yang ada pada sebuah bangunan tersebut ingin menampakkan dirinya masing-masing, sudah barang tentu bangunan tersebut akan menjadi tidak kuat dan mudah untuk dihancurkan.

Setiap komponen bangunan tentu mempunyai peran dan takaran masing-masing, dan semuanya harus berperan jika ingin membentuk satu bangunan yang kokoh dan kuat. Orang tidak bisa membayangkan apa jadinya jika besi ingin menjadi cat yang memang tampak dari luar, juga batu pondasi yang memang tempatnya di dalam dan di bawah juga ingin tampak dari luar.

Dari sinilah dibutuhkan rasa persatuan dan kesatuan antar satu komponen dengan komponen yang lain, disertai rasa toleransi yang tinggi demi terwujudnya sebuah satu bangunan yang kokoh dan kuat. Jika kita belajar lebih dari hadis ini tentu semakin banyak pula kita bisa berbuat untuk memperkuat berbagai macam jenis bangunan.

Tinggalkan Balasan