Buat Apa Rukun Iman itu Ada??? Pahami Maknanya di Sini….

Home » Buat Apa Rukun Iman itu Ada??? Pahami Maknanya di Sini….
Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita mengetahui rukun iman dan rukun islam. Untuk rukun islam, sudah dijelaskan di artikel lain. Nah, kali ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai Rukun iman.
Rukun iman dijelaskan dalam al-Qur’an dan hadis. Salah satunya, sabda Rasulullah menjelaskan bahwa: “Iman itu adalah engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-nya, kepada Hari Kiamat, serta kepada qadar-Nya, baik itu baik ataupun buruk” (HR. Muslim)

a)      Iman kepada Allah

Iman kepada Allah berarti meyakini, percaya dalam hati dengan adanya Allah, dan ditunjukkan dengan ucapan, dan diterapkan dengan amal perbuatan. Iman kepada Allah bisa jadi sangatlah susah dan sulit dilakukan bagi orang yang hatinya belum siap menerima.
Berbeda bagi orang yang sudah tahu dan bisa menerima bahwa apa yang ada alam raya ini pastilah ada yang menciptakandan mengaturnya. Maka orang tersebut bisa dengan mudah dan ikhlas, untuk iman kepada Allah.
Membuktikan adanya Allah bisa dibuktikan dengan kemampuan hati nurani manusia masing-masing. Terjadinya alam semesta ini misalnya, udara, air, tanah, api, tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan yang berkeliaran. Tentulah ada Dzat Yang Mengatur dan Yang Maha Menciptakan yakni Allah SWT.

b)      Iman kepada Malaikat

Segala apa yang ada di alam raya ini tentulah ada yang menciptakan yakni Dzat Yang Maha Pencipta Yakni Allah SWT. Selain sesuatu yang dapat kita lihat ada sebuah dimensi lain yang kita tidak bisa melihat makhluk tersebut dengan mata kita.
Makhluk ini seperti jin, setan, dan malaikat yang memang bersifat ghaib. Meski demikian sebagai seoran muslim tetap diwajibkan untuk mengimani dan meyakini keberadaan makhluk-makhluk tersebut.
Iman kepada malaikat merupakan rukun iman yang ke dua. Artinya setelah kita beriman kepada Allah kita juga wajib untuk mempercayai keberadaan malaikat-malaikat tersebut. Karena malaikat adalah makhluk yang paling taat kepada-Nya. Selalu memuji dan bertasbih kepada Allah SWT.
Jumlah malaikat sangatlah banyak, semuanya diberikan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. Namun, sebuah perkara yang wajib kita ketahui bersama adalah mengetahui sepuluh nama dari para malaikat yang mempunyai tugas penting untuk umat manusia.
Antara lain:
a.       Malaikat Jibril
Malaikat yang bertugas untuk menyampaikan wahyu pada para nabi dan Rasul
b.      Malaikat Mikail
Malaikat yang bertugas untuk membagi rezeki terhadap semua makhluk Allah yang ada di alam raya ini.
c.       Malaikat Israfil
Malaikat yang bertugas untuk meniup sangkakala kelak di Hari Akhir atau Hari Kiamat
d.      Malaikat Izrail
Malaikat yang bertugas untuk mencabut nyawa.
e.       Malaikat Raqib
Malaikat yang bertugas mencatat amal baik seseorang
f.       Malaikat ‘Atid           
Malaikat yang bertugas untuk mencatat amal buruk seseorang.
g.      Malaikat Munkar
Malaikat yang bertugas menanyai manusia dan menyiksa di alam kubur
h.      Malaikat Nakir
Malaikat yang tugasnya juga menanyai manusia dan menyiksa di alam kubur
i.        Malaikat Ridwan
Malaikat penjaga pintu surga.
j.        Malaikat Malik
Malaikat yang menjaga bagian pintu neraka.
Adapun manfaat dari mengimani malaikat diantaranya adalah:
i.           Sebagai makhluk kita akan merasa tentram dan optimis dalam kehidupan ini. Karena sesama makhluk pastilah ada malaikat yang mendoakan hamba-Nya yang tetap teguh pada pendiriannya, tidak mudah terpancing oleh glamour-nya kehidupan. Seperti yang dijelaskan dalam Surat Fusshilat ayat 30.
ii.         Selalu berhati-hati dalam melakukan sebuah tindakan dan ucapan. Karena orang tersebut yakin akan hidupnya ini yang penuh pengawasan dari Allah melalui malaikat yang ditugaskannya. Karena itu semua sudah tertulis dalam ‘lembaran pertanggung jawaban’.
iii.       Membiasakan diri untuk selalu berbuat baik dan menjauhi perbuatan tidak terpuji. Karena setiap manusia pastilah ada yang menjaganya (QS. Ar-Ra’d(13): 11)

c)      Iman kepada Kitab-Kitab Allah

Sebagai seorang muslim kita juga harus beriman kepada kitab-kitab Allah selain al-Qur’an, yakni, Taurat, Injil, dan Zabur. Kitab yang diturunkan pada utusan-utusan Allah ini merupakan sebuah pedoman hidup yang sangat berarti bagi setiap orang yang hidup dengan bertepatan kitab itu diturunkan.
Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan kepada nabiyullah Musa a.s. Adapun Kitab Injil diturunkan pada Nabiyullah Isa a.s. Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabiyullah Daud a.s. Keempat kitab tersebut disusul dengan kitabullah yang terakhir yang diturunkan pada NabiyullahMuhammad SAW.
Fungsi dari meyakini kitab-kitab Allah adalah agar dalam kehidupan sehari-hari lebih terarah dan tidak tersesat. Selain itu umat Islam juga diharuskan untuk belajar dari aturan-aturan yang datangnya dari Allah SWT.
Ditambah lagi dengan meyakini adanya kitab-kitab Allah tersebut iman seseorang bisa bertambah kuat baik itu kepada Allah, para rosul, serta sebagai mu’jizat tersendiri bagi para rosul yang menerimanya.
Sebagai umat nabi Muhammad, yang diturunkan padanya kitab suci al-Qur’an, kitab Allah yang terakhir. Tentu sangatlah bijak untuk mempelajari kandungan yang ada di dalamnya. Karena kitab al-Qur’an mempunyai keistimewaan tersendiri dari kitab-kitab sebelumnya.
Oleh karena  itulah setiap muslim dianjurkan membaca, memahami, dan mengamalkan apa saja yang terkandung di dalamnya. Termasuk hal yang mulia bagi seorang muslim untuk menjaganya –baik fisik maupun hafalan – sehingga mushaf al-Qur’an tersebut tetap rapi, dan tidak terbengkalai di sembarang tempat.

d)     Iman kepada Utusan Utusan Allah (Rasulullah)

Iman kepada rasulAllah mempunyai arti menyakini bahwa para utusan tersebut memang benar-benar utusan Allah yang diberikan tugas untuk membimbing umat ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan di akhirat.
Rasul dan nabi sama-sama utusan Allah. Perbedaannya adalah nabi adalah sosok pilihan yang diberikan wahyu oleh Allah untuk pribadi masing-masing tetapi mereka tidak mempunyai kewajiban untuk menyebarluaskan wahyu tersebut. Sedangkan rasul adalah seorang utusan yang menerima wahyu dari Allah dan wahyu tersebut wajib untuk disebarluaskan kepada ummat mereka.
Intinya jika orang tersebut nabi, maka orang itu belum tentu menyandang sebagai rasul, tapi bila itu rasul maka sudah dipastikan bahwa ia juga merupakan seorang nabi. Seseorang yang beriman pada rasul Allah maka orang tersebut akan berusaha sebisanya untuk mengamalkan ajaran-ajaran yang dibawanya.
Adapun jumlah nabi ada 25 yakni :
a.       Adam as
b.      Idris as
c.       Nuh as
d.      Hud as
e.       Soleh as
f.       Ibrahim as
g.      Luth as
h.      Ismail as
i.        Ishak as
j.        Ya’kub as
k.      Yusuf as
l.        Ayub as
m.    Syuaib as
n.      Musa as
o.      Harun as
p.      Zulkifli as
q.      Daud as
r.        Sulaima as
s.       Ilyas as
t.        Ilyasa as
u.      Yunus as
v.      Zakaria as
w.    Yahya as
x.      Isa as
y.      Muhammad  SAW
Dari sekian banyak nabi, ada yang mendapatkan gelar ulul ‘azmi. Gelar ini diberikan rasul Allah yang mempunyai ketabahan dan ulet dalam berdakwah di kalangan umatnya. Adapun rasul Allah yang mendapatkan gelar tersebut adalah.
Pertama, Nabi Nuh a.s.. Kedua nabi Ibrahim. Ketiga, Nabi Isa a.s. Keempat nabi Musa a,s.. dan Kelima nabi yang terakhir yakni nabi Muhammad.

e)      Iman Kepada Hari Akhir (Kiamat)

Jika ada awal pastilah ada akhirnya, begitu juga kehidupan yang ada di alam raya ini. Kehidupan yang berawal dari ribuan bahkan jutaan tahun yang lalu sampai pada saat ini (anda membaca tulisan ini) pastilah akan ada akhirnya.
Hari Akhir (Kiamat) adalah dimana berakhirnya seluruh kehidupan yang ada pada alam raya ini. Iman terhadap Hari Akhir ini juga merupakan salah satu syarat penting bagi seorang muslim. Karena dengan mengimani Hari Akhir inilah seseorang akan tahu untuk apa ia dilahirkan dan hidup di dunia ini.
Hari Akhir (Kiamat) ini mempunyai dua pengertian: Pertama, Kiamat Sughra (Kecil), dan yang kedua adalah Kiamat Kubra (Besar).
Kiamat Sughro adalah kiamat kecil, artinya terjadinya kematian atau bisa juga peristiwa yang mengakibatkan sebagian manusia mati dikarenakan adanya musibah seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan lain sebagainya.
Sedangkan Kiamat Kubra adalah Kiamat yang besar. Artinya sebuah kematian dan kehancuran yang menimpa seluruh makhluk Allah SWT yang ada di alam raya nan luas ini. Kiamat Kubro inilah yang mana semua makhluk hidup tidak akan bisa menyelamatkan dirinya dari kematian.
Adapun Kiamat Kubra ini mempunyai beberapa tanda, di antaranya:
a.       Posisi alam raya yang sudah tidak beraturan dan keluar dari porosnya. Sampai berakibat pada terbitnya matahari dari arah barat (arah yang berlawanan dari arah sebelumnya).
b.      Munculnya binatang aneh, yang mana binatang tersebut bisa memberikan kabar pada manusia tentang perihal orang-orang terdahulu yang tidak beriman pada-Nya. Inilah yang menjadikan manusia sadar akan adanya sebuah perhitungan antara Sang Khaliq dengan makhluq-Nya.
c.       Keluarnya Dajjal. Makhluk yang senantiasa menyebarkan fitnah antara manusia hingga perihal yang baik dinggap menjadi buruk, begitu juga sebaliknya yang  buruk dianggap menjadi baik.
d.      Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
e.       Turunnya Nabi Isa alaihissalaam.
f.       Dan masih banyak yang lain. Sampai-sampai mushaf al-Qur’an dan orang-orang yang setia untuk menghafal dan mengamalkannya hilang dan musnah dari muka bumi ini.

f)       Iman Kepada Qadha dan Qodar

Kata Qadha dalam bahasa mempunyai arti keputusan sedangkan qadar berarti jangka atau ukuran. Sedangkan menurut istilah, qadha adalah sebuah ketetapan atau keputusan rencana dari Allah untuk dilaksanakan sedangkan qadar adalah keputusan Allah sejak zaman azali. Baik itu yang sudah terjadi, sedang terjadi, maupun yang akan terjadi.
Kalimat Qadha dan Qadar ini sering disebut dengan istilah takdir. Beriman pada qadha dan qadar, juga mempunyai arti iman kepada taqdir Allah. Yakni meyakini ketetapan Allah yang diberlakukan pada semua makhluknya, di seluruh alam raya. (Seperti yang dijelaskan pada surat al-Furqan ayat dua}
Meski segala sesuatu yang ada di alam raya ini sudah ditentukan sejak zaman azali. Namun, takdir Allah tersebut juga tidak bisa lepas dari peran makhluk-Nya. Karena itulah takdir dibagi menjadi dua yaitu, takdir mubram dan takdir mu’allaq.
Takdir mubram adalah sebuah ketentuan Allah yang sudah diberlakukan atas setiap makhluk-Nya, tanpa bisa ditawar lagi. Sedangkan takdir mu’allaq adalah takdir Allah yang masih bisa di ubah melalui usaha-usaha atau ikhtiar makhluk-Nya, ini pun jika Allah menghendaki ikhtiar tersebut.
Manusia memang diberikan kesempatan oleh Allah untuk berbuat, berusaha , dan berikhtiar. Namun, usaha yang telah dilakukannya akan membuahkan hasil atau tidak, Allah lah yang menentukan.  Oleh sebab itulah dalam agama Islam juga ada istilah tawakkal yang berarti berserah diri sepenuhnya pada Allah setelah melakukan usaha yang maksimal.
Dari sini seseorang akan terhindar dari sifat sombong ketika mencapai kesuksesan. Dan ketika mengalami kegagalan ia juga tidak akan depresi atau stress menghadapi ujiannya. Orang tersebut akan sabar dalam menghadapi segala hal baik itu susah ataupun senang karena orang tersebut yakin bahwa semuanya datang dari Allah.

Tinggalkan Balasan