Puasa Wajib (Rukun, Syarat, Fungsi dan Macam-Macamnya)

Home » Puasa Wajib (Rukun, Syarat, Fungsi dan Macam-Macamnya)

Puasa adalah…

Puasa atau dalam bahasa Arab disebut dengan as-shoum atau as-shiyaam mempunyai arti menahan diri dari segala sesuatu. Menurut istilah puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa tersebut mulai dari munculnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Hal tersebut tentunya juga dilakukan dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Alias ada aturan masing-masing. Puasa ini sendiri juga mempunyai dua macam, wajib dan sunnah. Dari dua macam tersebut, nantinya masih terbagi lagi dalam beberapa jenis.

Pada artikel ini penulis ingin menjelaskan perihal tentang puasa wajib yang terdiri dari tiga macam. Yaitu: puasa Ramadhan, kemudian puasa kafarat dan puasa nazar.

Puasa Wajib dalam Agama Islam

Puasa Wajib ini wajib dilakukan bagi orang-orang yang sudah memenuhi syarat-syaratnya. Berikut sedikit penjelasan tentang puasa-puasa wajib tersebut.

1. Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah puasa yang wajib dilakukan bagi seluruh umat muslim di dunia yang telah mencapai usia baligh dan berakal. Perintah untuk melaksanakan puasa Ramadhan ini tercantum dalam QS. Al-Baqoroh: 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana juga diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”

2. Puasa Kafarat

Kafarat mempunyai arti denda yang harus dibayar karena sudah melanggar sebuah larangan Allah SWT atau melanggar sebuah janji. Adapun pembayarannya adalah dengan menjalankan puasa. Itulah yang disebut dengan puasa kafarat.

Ada beberapa sebab kenapa seseorang harus menjalankan harus menjalankan puasa ini:
a. Bersetubuh (jima’) di siang hari pada bulan Ramadhan. Selain bisa membatalkan puasa Ramadhan itu sendiri. Orang tersebut harus mengganti puasa Ramadhan tersebut pada hari yang lain serta wajib menjalankan puasa kafarat dua bulan berturut-turut.
b. Melanggar aturan-aturan ihromyang telah ditetapkan, ketika menjalankan ibadah haji maupun umroh. Seperti: memotong kuku, memakai minyak wangi-wangi, mencukur rambut dan lain sebagainya.

3. Puasa Nazar

Nazar adalah berjanji untuk melakukan sesuatu yang baik jika sesuatu yang telah diimpikanya terwujud. Adapun yang menjadikan puasa ini wajib dilakukan adalah karena ia sudah berjanji atas permintaannya yang atas izin Allah sudah terkabulkan.

Misalnya ada seseorang yang berjanji ketika ia lulus pada ujian, maka ia akan menjalankan puasa selama tiga hari berurutan. Nah, setelah melalui proses ujian tersebut dan dinyatakan lulus, maka orang tersebut wajib menjalankan janjinya tersebut yakni berpuasa selama tiga hari.

Adapun jika ia tidak lulus dalam ujian yang dilaluinya, maka kewajiban untuk berpuasa itu menjadi gugur. Tentang masalah nazar ini dalam QS. Al-Insaan (76) ayat 7, dijelaskan:

(7) يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

Artinya:

“Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.”

Baca juga: Pengertian Zakat Fitrah Beserta Hukum, dan Syarat-Syaratnya

Syarat – Syarat Wajib Puasa

Nah, syarat wajib puasa ini sendiri merupakan syarat yang menyebabkan seseorang wajib puasa. Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

  1. Beragama Islam
  2. Berakal sehat
  3. Sudah baligh atau dewasa
  4. Mampu untuk menjalankan puasa
  5. Muqim, dalam artian orang tersebut adalah sudah bertempat tinggal di suatu tempat dan tidak sedang dalam kondisi bepergian.

Syarat Sah Puasa

Syarat sah puasa ini beda dengan syarat wajib puasa. Maksudnya syarat sah ini adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang supaya ibadahnya sah menurut syar’i (aturan). Adapun syarat sahnya puasa adalah sebagai berikut:

  1. Niat
  2. Beragama Islam
  3. Mumayyiz, artinya orang tersebut sudah punya kemampuan membedakan antara baik dan buruk.
  4. Suci dari haid (bagi wanita)
  5. Tidak dilaksanakan pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Hari – Hari Yang Tidak Diperbolehkan Berpuasa

Ada lima hari yangseseorang tidak boleh melakukan puasa pada hari tersebut, yaitu:

  1. Puasa pada tanggal satu Syawal (pada Hari Raya Idul Fitri)
  2. Puasa pada tanggal 10 Dzulhijjah (pada Hari Raya Idul Adha)
  3. Puasa pada Hari Tasyrik(yaitu puasa pada tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah)

Rukun Puasa

Rukun puasa wajib ada dua:

  1. Niat puasa itu sendiri. Niat ini dilakukan ketika malam hari atau sebelum terbinya fajar.
  2. menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa tersebut.

Beberapa Hal yang Membatalkan Puasa

Puasa seseorang bisa menjadi batal (tidak sah) menurut syara’, jika terjadi beberapa hal berikut ini:

  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Bersetubuh (jima’) pada siang hari
  3. Muntah yang disengaja
  4. Hilang akal (gila, ayan, atau sebagainya)
  5. Keluarnya darah haid atau nifas (bagi wanita)
  6. Murtad (keluar dari agama Islam)
  7. Keluar mani dengan disengaja (akibat dari memandang lawan jenis dengan nafsu birahi)

Orang-Orang yang Dibolehkan Untuk Tidak Berpuasa

  1. Orang yang sedang sakit. Artinya jika orang tersebut dipaksa berpuasa akan mempunyai dampak buruk bagi sakitnya. Orang yang sedang sakit ini wajib mengganti puasanya ketika sakitnya sudah sembuh.
  2. Musafir, orang yang sedang dalam kondisi bepergian jauh dengan tujuan yang baik. Orang ini wajib mengganti puasanya di hari lain
  3. Wanita yang sedang hamil atau menyusui. Hukum bagi wanita yang sedang hamil ini sama sepereti hukumnya dengan orang yang sakit. Maksudnya wajib mengganti puasanya pada hari yang lain. Tetapi ada juga ulama yang berpendapat bahwa wanita yang dalam seperti ini hukumnya adalah membayar fidyah.
  4. Orang yang umurnya sudah mencapai usia lanjut atau orang sakitnya yang berkepanjangan. Orang yang seperti ini tidak diwajibkan mengganti puasanya dengan puasa pada hari yang lain. Melainkan orang tersebut wajib untuk membayar fidyah. Yaitu memberikan makanan kepada fakir miskin berupa 3/4 beras atau berupa makanan pokok yang bisa membuat orang tersebut kenyang. Dan ini dilakukan sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan oleh orang tersebut.

Baca juga: Belajar Mengenal Puasa Syawal Beserta Keistimewaan-nya

Fungsi Puasa

Selain sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Puasa juga mempunyai berbagai fungsi. Fungsi puasa inipun dapat dibagi menjadi tiga macam fungsi. Pertama, fungsi secara rohani. Kedua, fungsi secara sosial. Ketiga, fungsi secara ilmu kesehatan.

1. Fungsi secara rohani

  • Melatih kesabaran dan pengendalian diri
  • Menumbuhkan sifat iman dan takwa pada diri manusia
  • Menguatkan dan mengembangkan iman dan takwa pada diri manusia

2. Fungsi secara sosial

  • Melatih diri untuk hidup teratur
  • Mengembangkan kasih sayang terhadap sesama manusia tanpa melihat status sosial.
  • Menumbuhkembangkan rasa cinta dan persatuan antar sesama
  • Melindungi seluruh elemen masyarakat dari keburukan dan kerusuhan (rakus, sombong, dll)

3. Fungsi secara ilmu kesehatan

  • Membantu sistem kerja organ tubuh, terutama usus
  • Membantu membersihkan lambung
  • Meng-istirahatkan alat pencernaan dalam tubuh
  • Mengurangi berat badan atau menghindarkan dari kegemukan.

Semoga dari kajian singkat tentang puasa wajib di atas bisa memberikan kita informasi tambahan. Sehingga dalam mempelajari puasa ini kita diberikan kemudahan dan kemampuan untuk melakukan dan memahami arti puasa itu sendiri…

Walloohu a’lam bis showab.

Tinggalkan Balasan