Perempuan Muslim (Muslimah) pun Akhirnya Angkat Bicara

Home » Perempuan Muslim (Muslimah) pun Akhirnya Angkat Bicara

Melihat Asbabbun Nuzul QS. al-Ahzab (33) ayat 35

Teks Ayat

إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَٰتِ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلۡخَٰشِعِينَ وَٱلۡخَٰشِعَٰتِ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمٗا ٣٥

Artinya:
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu´, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. al-Ahzab (33): 35)

Asbabun Nuzul Ayat

Jika kita lihat bersama tentu ada yang sedikit berbeda dengan ayat di atas, yaitu mengenai tata bahasanya yang menegaskan adanya sosok wanita yang selalu disebutkan secara berpasangan dengan sosok laki-laki ketika mengerjakan suatu amal ibadahnya. Ternyata turunnya ayat tersebut ada sebuah sebab yang menyertainya.
Ada beberapa riwayat hadits yang memberikan penjelasan mengenai QS. al-Ahzab ayat 35 di atas.

Pertama, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang berasal dari ‘Ikrimah dan bersumber dari Ummu Imarah. Hadits tersebut berbunyi:

عَنْ أُمِّ عُمَارَةَ الأَنْصَارِيَّةِ، أَنَّهَا أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: مَا أَرَى كُلَّ شَيْءٍ إِلاَّ لِلرِّجَالِ وَمَا أَرَى النِّسَاءَ يُذْكَرْنَ بِشَيْءٍ؟ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةَ {إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ} الآيَةَ.

Artinya:

Dari Ummi ‘Umarah al-Anshari (seorang Muslimat), sesungguhnya dia mendatangi Rasulullah saw. dan berkata: “ Tidaklah kulihat bahwa segala perkara (disebut) hanyalah untuk laki-laki saja dan tidak pernah kulihat perempuan disebutkan dalam suatu perkara tersebut”? maka turunlah ayat ini (QS. al-Ahzab (33): 35). (HR. Tirmidzi).

Kedua, sebuah riwayat yang disandarkan kepada Imam Muqatil, yang berbunyi:

قَالَ مُقَاتِلُ بْنُ حَيَّانَ: بَلَغَنِي أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ عُمَيْسٍ لَمَّا رَجَعَتْ مِنَ الْحَبَشَةِ مَعَهَا زَوْجُهَا جَعْفَرُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ دَخَلَتْ عَلَى نِسَاءِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَقَالَتْ: هَلْ نَزَلَ فِينَا شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ؟

قُلْنَ لَا، فَأَتَتِ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ النِّسَاءَ لَفِي خَيْبَةٍ وَخَسَارٍ، قَالَ: “وَمِمَّ ذَلِكَ؟ ” قَالَتْ: لِأَنَّهُنَّ لَا يُذْكَرْنَ بِالْخَيْرِ كَمَا يُذْكَرُ الرِّجَالُ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ} إِلَى آخِرِهَا.

Artinya:

Berkata Imam Muqaatil bin Hayyaan: Telah sampai padaku sesungguhnya Asma’ binti ‘Umais telah kembali ke Habasyah beserta suaminya Ja’far bin Abi Thalib, lalu dirinya masuk untuk menemui istri-istri nabi saw. kemudian dirinya bertanya kepada kepada mereka (istri-istri nabi): “Apakah telah turun kepada kita (kaum perempuan) suatu ayat dari al-Qur’an?.

Merekapun menjawab: “Tidak”, lalu Asma’ pun mendatangi nabi saw. lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kaum perempuan merasa dalam keadaan kecewa dan merasa rugi”.Nabi pun bersabda: “Mengapa sampai demikian??”

Asma’ pun menjawab: “Karena mereka (kaum wanita) tidak disebutkan secara baik sebagaimana disebutkannya kaum laki-laki”. Maka Allah swt, pun menurunkan ayat : “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim”….sampai akhir ayat tersebut.

Ketiga, riwayat yang mirip dengan redaksi di atas yang bersumber dari Qatadah yang berbunyi:

وَقَالَ قَتَادَةُ لَمَّا ذَكَرَ اللَّهُ تَعَالَى أَزْوَاجَ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – دَخَلَ نِسَاءٌ مِنَ الْمُسْلِمَاتِ عَلَيْهِنَّ فَقُلْنَ: ذُكِرْتُنَّ وَلَمْ نُذْكَرْ، وَلَوْ كَانَ فِينَا خَيْرٌ لَذُكِرْنَا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ}

Artinya:

Qatadah berkata: “ Ketika Allah swt. menyebutkan istri-istri nabi saw. (dalam al-Qur’an), masuklah kaum perempuan muslimat atas mereka, lalu berkata: “Kalian semua (istri-istri nabi saw.) telah disebut dalam al-Qur’an, dan tidak dengan kami, apakah dalam diri kami (perempuan muslimat) tidak terdapat sesuatu yang baik yang juga patut untuk disebutkan. Maka Allah pun menurunkan ayat : “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim “…sampai akhir ayat

Pelajaran Singkat

Berdasarkan redaksi hadits-hadits di atas, tentunya ada sedikit pelajaran yang bisa kita ambil. Hal ini bisa kita lihat dari sebab turunnya ayat di atas yang mana, berawal dari kegelisahan kaum perempuan.

Dimana sosok perempuan yang jarang disebutkan dalam al-Qur’an ketika dalam mengerjakan suatu amalan ibadah, seperti dalam hal puasa, sedekah, bersabar, patuh dan taat, khusyu’, ingat pada Allah dan lain sebagainya.

Turunnya ayat ini, tidak lain adalah sebagai sebuah jawaban atas kegundahan, dan pertanyaan mereka yang ditujukan pada Nabi Muhammad saw. beserta pada para istri beliau.

Disamping itu, turunnya ayat di atas juga sebagai sebuah bentuk ketetapan dan ketegasan dari Allah swt. yang mana telah menjanjikan pada para hamba-Nya suatu ampunan dan pahala yang besar tanpa membeda-bedakan jenisnya baik laki-laki ataupun perempuan.

Selama sosok tersebut berbuat amal kebaikan, baik laki-laki ataupun perempuan, maka bagi sosok tersebut tetap mempunyai ganjaran sama, sesuai dengan ketetapan Allah swt.

Ini tentunya juga berlaku manakala sosok tersebut melanggar aturan-aturan-Nya, maka sosok tersebut juga akan menerima dosa dari apa yang telah diperbuatnya. Sekali lagi tanpa memandang apakah itu sosok perempuan ataupun laki-laki

Semoga Bermanfaat ….Wallaahu a’lam bis showwaab

Sumber:

Al-Qur’an Digital v. 2.2
Al-Wahidi, Ali bin Ahmad, Asbabun Nuzul  al-Qur’an, (Damam: Dar al-Islah), 1992, Al-Maktabah al-Syaamilah v. 3.48
Shaleh, Qamaruddin, dkk, Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya Ayat alQur’an, (Bandung : PT. Diponegoro), 1982
KBBI v1.1 offline

Situs:

llmualqurandantafsir.blogspot.com (diakses tanggal 06 Juli 2018)