Para Penyair-pun juga Mendapatkan Kritikan dan Penghargaan dari al-Qur’an (Asbabbun Nuzul QS. as-Syu’araa ayat 224-227)

Home » Para Penyair-pun juga Mendapatkan Kritikan dan Penghargaan dari al-Qur’an (Asbabbun Nuzul QS. as-Syu’araa ayat 224-227)

Sebagai salah satu gubahan karya sastra, syair mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu, keselarasan, kesepadanan maupun kesamaan baik dari segi kata dan bahasa. Syair juga merupakan karya manusia yang sangat luar biasa dalam menggambarkan imajinasinya mengenai suatu perkara. Baik yang disukainya ataupun yang tidak disukainya.

Dalam al-Qur’an sendiri, ada ayat-ayat yang menjelaskan tentang gambaran orang-orang yang suka berimajinasi dalam membuat kalimat syair (penyair), tepatnya QS. as-Syu’araa ayat 224-227. Ternyata Allah swt. menurunkan ayat-ayat tersebut mempunyai sebab-sebab tersendiri, yang tentunya wajib kita ketahui bersama-sama. Lalu, ada apa dibalik turunnya ayat-ayat tersebut?

Teks Ayat dan Terjemahannya

 وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ٢٢٤ أَلَمۡ تَرَ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ يَهِيمُونَ ٢٢٥  وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ٢٢٦ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ٢٢٧

Terjemah:

“Para penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap- tiap lembah. Mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?. Kecuali penyair-penyair yang beriman dan beramal saleh, serta banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat di mana mereka akan kembali.” (QS. asy-Syu’araa: 224 -227)

Asbabun Nuzul Ayat

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, dari al-‘Aufi, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ikrimah, bahwa pada zaman Rasulullah saw. pernah ada dua orang laki-laki (ahli syair) dari golongan Anshar dan golongan lainnya yang saling mengejek dengan syair. Masing-masing mempunyai pengikut orang-orang sesat dan bodoh. Ayat ini (QS. asy-Syu’araa: 224-226) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Dalam jalur lain juga disebutkan, diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan al-Hakim yang bersumber dari Abu Hasan al-Barrad bahwa ketika turun ayat, was-syu’araa u …….. (dan penyair-penyair itu…) sampai akhir ayat (QS. asy-Syu’araa’: 224-226), sahabat Nabi yang bernama ‘Abdullah bin Rawahah, Ka’b bin Malik dan Hasan bin Tsabit menghadap Rasulullah saw. dan berkata: “Wahai Rasulullah. Demi Allah, Allah telah menurunkan ayat ini, dan mengetahui bahwa kami ini para penyair, karena itu pastilah kami celaka.

Maka Allah swt. menurunkan ayat selanjutnya, yaitu ayat 227, sehingga Rasulullah saw. memanggil mereka kembali dan membacakan ayat tersebut, yang mengecualikan mereka (penyair yang beriman dan senantiasa ingat pada Allah) dari orang-orang yang celaka.

Pelajaran Penting

Dari asbabunnuzul di atas, tentu dapat kita ambil pelajaran, bahwa Islam memberikan peringatan keras kepada mereka (para penyair) yang telah diberikan kelebihan terkait ilmunya di bidang bahasa dan ilmu sastra. Namun, mereka hanya menggunakannya untuk kepentingan pribadinya. Tipe penyair seperti inilah yang harus kita jauhi perilakunya

Hal ini berbeda dengan para penyair yang juga diberikan anugrah yang sama oleh Allah swt., tetapi mereka selalu ingat diri bahwa kepiawaiannya dalam mengolah bahasa dan sastra adalah suatu anugrah dari Allah swt. yang tentunya harus dimanfaatkan dengan baik dan benar.

Sehingga, dari kepiawaiannya mengolah bahasa dan sastra inilah bisa menghasilkan suatu karya syair yang luar biasa, yang pada akhirnya mereka pun secara tidak langsung ikut andil dalam menyebarluaskan agama Islam. Tidak hanya lewat tulisan atau perkataan saja, tetapi juga melalui perbuatan amal sholeh yang bisa menjadi tuntunan bagi banyak orang.  Wallaahu a’lam

Sumber:
Shaleh, Qamaruddin, dkk, Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya Ayat al–Qur’an, (Bandung : PT. Diponegoro, t.t)
Software Al-Qur’an Digital v.2.2
Software Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1

Gambar oleh andreas160578 dari Pixabay