Mengenal Pineal Therapy ( Pengakuan diri seorang hamba dalam sujud panjangnya)

Home » Mengenal Pineal Therapy ( Pengakuan diri seorang hamba dalam sujud panjangnya)

Suatu hari ketika membaca sebuah buku yang berjudul “Hidup Masih Koma, Belum Titik” karya Prof. Muh. Ali Aziz M.Ag., salah seorang Guru Besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Ada sebuah bab menarik di mana isinya menjelaskan tentang salah satu terapi yang bisa digunakan sebagai salah satu jalan penyembuhan berbagai macam penyakit yang sedang diderita oleh seseorang.

Dalam akhir bab tersebut dijelaskan, tenyata dalam salah satu gerakan ibadah shalat yang dilaksanakan oleh orang muslim, yaitu gerakan  sujud, ternyata bisa menjadi sebuah terapi penyembuhan penyakit. Beliau menyebutnya sebagai pineal therapy.

Apa itu Pineal Therapy (Terapi Kelenjar Pineal)

Dalam bukunya tersebut dijelaskan ternyata dalam diri serang manusia ada sebuah kelenjar yang berukuran sangat kecil, yang berwarna abu-abu kemerahan yang letaknya di pusat otak.

Kelenjar inilah yang disebut sebagai “mata ketiga” atau “pusat jiwa” atau bisa juga “indra keenam”, karena kemampuannya yang sangat luar biasa, yakni bisa menembus hal-hal yang tidak kelihatan dan bersifat rohani atau spiritual.

Semakin kuat indra ini, semakin mudah dan indah pula karena bisa berkomunikasi dengan Tuhan dan makhluk-makhluk lainnya. Kelenjar ini pun bisa menghancurkan berbagai macam penyakit yang menyerang diri kita.

Kelenjar pineal bukanlah sembarang kelenjar yang mudah untuk meng-aktif-kannya, karena selain membutuhkan ketenangan fisik atau raga, juga memerlukan ketenangan hati dan jiwa pula.

Bagaimana Cara Aktivasi Pineal Theraphy

Mengaktifkan pineal therapy ini, bisa dilakukan ketika seseorang sedang dalam keadaan sujud, baik di pagi hari ataupun malam hari.  Ada pun landasan yang dijadikan untuk meng-aktif-kan pineal therapy, tidak lain adalah doa nabi Ayyub a.s., yang tercantum dalam QS. al-Anbiya’ (21) ayat 83, yang artinya:

“dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”

Atau dalam bahasa lain yang lebih mudah dicerna adalah:

“Engkau pasti Tuhan yang menyayangiku, tidak mungkin Engkau membiarkan diriku tidak dengan kasih-Mu dalam mengatasi penyakitku”

Lalu bagaimana caranya dan apa yang harus dibaca,  beliau menjelaskannya sebagai berikut:

Ketika menjalankan sujud, bacalah terlebih dahulu bacaan doa sujud yang baku (Subhaana rabbiyal a’laa)  dari Nabi Muhammad saw.. Lalu kemudian setelah membaca doa tersebut, baca dan sampaikanlah lewat hati kita masing-masing doa afirmasi (pengakuan diri sepenuhnya) sebagaimana di bawah ini ini:

“Wahai Allah, aku bersujud kepada-Mu untuk berterima kasih dan sangat senang atas segala pemberian-Mu, yaitu: (1) ……, (2) ……, (3) ……. (sebutkan satu persatu nikmat Allah yang telah anda terima).

Wahai Allah, aku ikhlas dan tidak sedikit pun mengeluh atas apa pun penyakit yang aku rasakan. Aku juga ikhlas dan tidak mengeluh berapa pun rezeki yang Engkau berikan kepadaku. Aku ikhlas dan tidak mengeluh atas apa pun yang hilang dari tanganku. Aku  pasrahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, sukses-gagal dan segalanya kepada-Mu.

Terserah Engkau, sebab aku yakin (baca kata ‘yakin’ 3X) semua keputusan-Mu pasti (baca kata ‘pasti’ 3X) yang terbaik untukku. Dengan kepasrahanku aku yakin Engkau akan mengambil alih penyelesaian masalahku”

Selama menjalani masa pengobatan atau penyembuhan, dirikanlah shalat, dan kemudian ketika sujud, sujudlah dengan panjang dengan membaca doa afirmasi (pengakuan diri sepenuhnya) di atas.

Bergembiralah dan raihlah kesembuhan dan kesehatan dan nikmatilah hidup anda untuk senantiasa selalu beribadah kepada Dzat Yang Maha Kuasa atas segalanya, Allah swt.

Semoga bermanfaat …

Sumber:

Moh. Ali Aziz, Hidup Masih Koma, Belum Titik, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo) , 2019
Software Kamus Besar Bahasa Indonesia v.1.1
Software Qur’an in Ms Word v. 2.2
Situs : https://www.terapishalatbahagia.net/pineal-therapy-penyembuhan-dengan-sujud-panjang/ , (diambil pada 12 Juli 2020)

Gambar oleh Okan Caliskan dari Pixabay

Tinggalkan Balasan