Membaca Takbir di Dua Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha (Dalil, Waktu dan Lafadznya)

Home » Membaca Takbir di Dua Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha (Dalil, Waktu dan Lafadznya)

Ketika hari raya tiba baik itu hari raya Idul Fitri ataupun hari raya Idul Adha. Umat Islam disunnahkan untuk membaca takbir (takbiran-Jawa). Selain untuk berdzikir (ingat) kepada Allah membaca takbir ini juga sebagai wujud rasa syukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh-Nya.

Dalil Tentang Membaca Takbir Dua Hari Raya

Keterangan untuk membaca takbir dalam perayaan dua hari raya ini, tentunya juga tercantum dalam beberapa ayat al-Qur’an diantaranya:

  1. Takbir ketika hari raya Idul Fitri

….. وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٨٥

“……. Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa dan (serta) hendaklah kamu bertakbir atau mengagungkan Allah atas petunjuk yang telah yang diberikan-Nya kepadamu, dan semoga dengan demikian itu kamu menjadi umat yang bersyukur ” (QS. al-Baqarah : 185)

2. Takbir ketika hari raya Idul Adha

۞وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡدُودَٰتٖۚ ….

“ Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. …”  (QS. al-Baqarah : 203)

… كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٧

“…..Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. al-Hajj : 37)

Batas Waktu Membaca Takbir Dua Hari Raya

Dalam membaca takbir dua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha ini tentu juga mempunyai batas waktu, kapan memulainya dan kapan mengakhirinya. Lalu kapan batas waktu membaca takbir tersebut??

Sebagaimana keterangan dalil tentang membaca takbir dua hari raya yang sudah tercantum di atas, maka:

Pertama, waktu membaca takbir hari raya Idul Fitri adalah ketika terlihatnya hilal (bulan) pada malam hari raya atau tanggal 1 Syawal sampai pada pagi harinya, tepatnya ketika imam naik ke mimbar dan memulai khutbah Idul Fitri-nya

Kedua, waktu membaca takbir pada hari raya Idul Adha adalah semenjak waktu shubuh hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) sampai berakhirnya Hari Tasyriq (tanggal  11, 12, 13 Dzulhijjah)

Ragam Lafadz Takbir (Takbiran)

Berbicara tentang lafadz takbir, tentu kita ketahui tidak hanya satu ragam saja. Tetapi, ada beberapa hadits yang memberikan keterangan mengenai bagaimana lafadz takbir tersebut. Diantaranya:

A. Lafadz takbir yang disandarkan kepada Ibn Mas’ud,  Umar bin Khatthab, dan ‘Ali ibn Abi Thalib, di antaranya adalah sebagai berikut:

اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ.

Allaahu akbar, Allaahu akbar, laailaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil chamd(u)

 “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi Allah-lah segala puji.” (lihat Ibn al-Mundzir, al-Awshat, juz 4, nomor 2204, 2207)

B.  Lafadz takbir yang disandarkan pada hadits riwayat Abdur Razaq dari Salman dengan sanad yang shahih, yang mengatakan: “Bertakbirlah (dengan lafadz):

اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

 Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar kabiiran

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Sungguh Maha Besar.(lihat ash-Shan’aniy, Subul as-Salam,  Juz II: 76)

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

Allaahu akbar, Allaahu akbar kabiiran

 “Bertakbirlah: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Sungguh Maha Besar. (lihat al-Baihaqi,Sunan al-Kubra, Juz III: 316)

Menanggapi ketiga hadits yang bilangan takbirnya berbeda jumlahnya (ada yang dua kali dan tiga kali). Maka Majelis Tarjih Muhammadiyah, melalui Muktamar Tarjih XX yang berlangsung tanggal 18 s.d 23 Rabi’ul Akhir 1396 Hijriyah di Kota Garut Jawa Barat.

Organisasi Islam Muhammadiyah dalam menggunakan lafadz takbir memilih dengan mengucapkan Allahu Akbar dua kali.

c. Lafadz takbir yang terdapat dalam Kitab Fathul Qarib al-Mujib bab Sighatuttakbir karangan Imam as-Syafi’i (juz 1, hlm. 103) , bahwa lafal takbir adalah berikut:

 اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ.

“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa an-Nya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan ke Esa an-Nya.

Dikarenakan lafadz takbirnya yang panjang, biasanya pembacaan takbir dibaca menjadi singkat dan dibaca lebih umum menjadi

اَللهُ أًكْبَرُ ,اَللهُ أًكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ.

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laailaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil chamd(u)

Demikian penjelasan singkat mengenai masalah membaca takbir ketika pelaksanaan dua hari raya besar umat Islam baik itu Idul Fitri atau pun Idul Adha. Mulai dari dalil, batas waktu membaca takbir beserta sedikit penjelasan ragam lafadz takbir .

Semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semuanya. .. Aamiin

Sumber:

Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah (terj), (Bandung: PT. Al-Ma’arif, tt), cet. 17
Muhammad ibn Qasim as-Syafi’i , Fathul Qaariib al-Mujiib, (Beirut : Lebanon, 2005 M), diambil dari al-Maktabah asy-Syaamilah v.3.48
https://islam.nu.or.id/post/read/109845/lafal-takbir-hari-raya–diucapkan-tiga-kali-atau-dua-kali- , (diakses tanggal 30 Juli 2020)
https://islam.nu.or.id/post/read/53444/perintah-hukum-macam-dan-bacaan-takbir, (diakses tanggal 30 Juli 2020)
http://www.umm.ac.id/id/muhammadiyah/14251.html, (diakses tanggal 30 Juli 2020)

Gambar oleh Suhail Suri dari Pixabay

Tinggalkan Balasan