Hubungan Seorang Hamba Kepada Tuhan, Diri Pribadinya dan Orang Lain yang Ada di Sekitarnya

Home » Hubungan Seorang Hamba Kepada Tuhan, Diri Pribadinya dan Orang Lain yang Ada di Sekitarnya

Pendahuluan.

Pada kesempatan ini kita akan mengkaji sebuah hadits di mana didalamnya mengandung perintah dan nasihat penting bagi kita semua untuk mengamalkannya. Hadits ini secara langsung berkaitan dengan perintah takwa kepada Allah swt., kemudian evaluasi diri dengan amal baik, juga bagaimana kita berakhlak atau bergaul dengan orang lain yang ada disekitar kita, dimanapun itu dan kapanpun tempatnya.

Semoga dengan belajar dan memahami hadits ini bisa menjadi bekal dalam kegiatan kita sehari-hari. Serta bisa menjadi ladang amal kita semua baik kepada Tuhan, diri kita, serta orang lain disekitar kita.. Aaamiin.

Teks Hadits

Dalam sebuah riwayat ada sebuah hadits yang berbunyi sebagai berikut .

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ:
قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (رواه التّرمذي).

Artinya:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Mahdi, berkata: telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Habib bin Abi Tsabit, dari Maimun bin Abi Syabib, dari Abu Dzar radhiyallaahu’anhu berkata:

Rasulullah saw. bersabda kepadaku: ““Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” (HR. Tirmidzi)

Takhrij Hadits

Hadits di atas ternyata tidak hanya diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi saja tetapi juga diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi, dan juga Imam Ahmad. Oleh Imam Tirmidzi, beliau memberikan keterangan bahwa hadits tersebut mempunyai kedudukan hadits hasan shahih.

Pemahaman Hadits (Fiqhul Hadiits)

Adapun pesan-pesan penting yang terdapat dalam hadits di atas adalah :

Pertama, hadits ini mempunyai kedudukan penting dalam keseharian kita. Karena selain bicara tentang perintah untuk bertakwa kepada Allah swt., hadits ini juga mengajak kita mengevaluasi segala perbuatan yang telah kita perbuat, dan juga berperilaku kepada sesama umat manusia dengan perilaku yang terpuji, baik, sopan, dan juga santun.

Kedua, takwa merupakan sesuatu yang wajib diwasiatkan dan dimiliki oleh setiap orang muslim . Karena disinilah yang menjadi landasan, agar amal shalih kita semua bisa diterima oleh-Nya. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam salah satu ayat al-Qur’an, surat Ali Imran ayat 102 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ ١٠٢

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”

Perlu kita ketahui juga bahwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia arti takwa adalah keinsafan diri yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah swt. dan menjauhi segala larangan-Nya. Disinilah pentingnya meningkatkan dan menjaga takwa kita dimanapun dan kapanpun.

Ketiga, sebagai manusia tentu saja tidak pernah luput dari namanya kesalahan atau keburukan yang pernah dilakukannya. Dari sinilah kemudian dalam hadits di atas menjelaskan agar kita senantiasa perlu berhati-hati dan merenungi kira-kira apa saja yang telah kita perbuatan.

Ketika apa yang kita perbuatan mengandung unsur negatif, maka hendaklah kita menutupinya dengan perbuatan baik dan tidak mengulangi perbuatan tersebut, serta ber istighfar memohon ampun kepada Allah swt.

Keempat, manusia sebagai makhluk sosial tentu saja saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini, kita umat Islam juga diwajibkan untuk menjaga hubungan sosial antar sesama manusia tersebut. Berbagai macam sikap dan sifat akhlak terpuji dalam agama Islam tentu sangatlah baik untuk kita praktekkan dan kita amalkan.

Kelima, hadits di atas memberikan perintah pada umat Islam, bahwa bukan hanya hubungan vertikal saja yang harus dijaga dan dirawat (hablumminallaah), tetapi juga hubungan horizontal pun (hablumminannaas) juga perlu. Hal ini tentunya agar terbentuk agama Islam, sebagai agama yang rahmatan lil ‘aalamiin.

Ayat-Ayat al-Qur’an yang Setema Dengan Hadits

Berikut beberapa ayat al-Qur’an yang bisa untuk memperkuat isi kandungan dari hadit di atas adalah:

  1. Takwa adalah sebagai sebaik-baik bekal dimanapun kita berada. “ …… Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal” (QS. al-Baqarah (2) ayat 197.)
  2. Tentang akhlak atau budi pekerti yang agung. “ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung ” (QS. al-Mulk (68) ayat 4)
  3. Manifestasi ketaatan dan ketakwaan secara keseluruhan. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. an-Nisa’ (4) ayat 36)
  4. Diantara diterimanya taubat dari berbuat buruk atau dosa adalah dengan tetap semangat memohon ampunan, tidak putus asa dan senantiasa melakukan kebaikan untuk menutupi atau menghapus perbuatan buruk tersebut. (QS. az-Zumar (39) ayat 53-57),

Penutup

Dengan mengetahui hadits di atas, semoga kita bisa belajar bahwa sebagai seorang muslim kita diperintahkan menjaga kualitas iman serta takwa kita. Serta berbuat baik kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun tempatnya. Sehingga dengan demikian kita bisa menutupi keburukan yang telah kita perbuat dan semoga bisa menambah tabungan kebaikan kita.

Semoga dengan sedikit kajian hadits di atas bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita. Serta bisa kita amalkan dalam keseharian kita semuanya aamiin yaa robbal ‘aalamiin

Sumber:

Basri, Mu’inudinillah, Syarah Hadits Arba’in : Memahami Visi dan Fikrah Islam dalam Hadits Arba’in Nawawi, (Solo: Bina Insani Press), 2006
Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dhahhaak at- Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, (Beirut: Dar al-Gharb al-Islami), 1998 (diambil dari Software al-Maktabah al-Syamilah v. 3.47)
Softwarre Qur’an in Word v.2.2
Software Kamus Besar Bahasa Indonesia v.1.1

Gambar oleh Hans Braxmeier dari Pixabay