Cara Cerdas Menghindarkan Diri dari Gosip

Home » Cara Cerdas Menghindarkan Diri dari Gosip

Hati-Hati dalam Berbicara mengenai Orang Lain

 

Ketika kita sedang ngobrol bareng dengan dengan teman-teman kita. Tentu kita mengharapkan mendapatkan seseuatu yang baik dari obrolan tersebut. Sehingga waktu yang kita gunakan untuk ngobrol bareng juga bisa manfaat bagi diri kita ataupun teman kita lainnya.

Tetapi, ada juga obrolan dari teman-teman kita tersebut mengarah ke teman yang lain yang tidak ikut ngobrol bareng tersebut. Jika obrolan tersebut bersifat baik dan benar tentu kita juga akan senang mendengarnya. Tapi jika obrolan tersebut sudah menjurus ke arah yang tidak baik.

Tentunya sebagai seorang muslim aakan berpikir ulang, apa benar yang diucapkan oleh temannya tersebut, atau mungkin hanya sekedar prasangka buruknya saja, sehingga memberikan penilaian buruk terhadap temannya yang lain.

Larangan Suudzhan kepada Orang Lain

Dalam istilah modern sendiri, membicarakan perihal orang lain yang tidak tahu asal usulnya disebut dengan gosip. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri menjelaskan yang namanya gosip adalah sebuah obrolah mengenai orang lain, atau cerita yang sifatnya negatif, atau bisa juga disebut dengan pergunjingan.

Bagi orang Islam yang namanya gosip-in orang lain bisa jadi bagian dari suudzhan, berprasangka buruk mengenai orang lain. Hal ini seperti yang diungkap kan dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ..

Artinya :
Dari Abu Hurairah r.a, sungguh Rasulullah saw. Bersabda: “Jauhkanlah diri kalian semua dari berprasangka (buruk), karena berprasangka (buruk) tersebut adalah seburuk-buruk nya ucapan (hati) (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

Namanya ngobrol tentu boleh-boleh saja, karena dengan obrolan tersebut kita bisa berbagi informasi dengan teman atau orang lain. Tapi, kalau obrolan tersebut sudah kelewat batas. Itulah yang dilarang dalam agama Islam.

Lalu, bagaimana caranya supaya obrolan kita dengan teman atau orang lain bisa mengandung manfaat, dan bisa menghilangkan rasa jenuh yang ada pada diri kita. Berikut ada beberapa tata cara yang bisa menjadikan obrolan kita dengan teman atau orang lain jauh lebih manfaat, dan bisa terhindar dari pembicaraan gosip.

Cara Ngobrol yang Manfaat dan Terhindar dari Gosip

Dalam penjelasan ini, kita bisa memahami serta melakukan cara-cara supaya ketika kita sedang mengobrol bareng teman atau orang lain, menjadi lebih bermanfaat dan juga terhindar dari gosip yang menyinggung orang lain.

Pertama, senantiasa berempati terhadap orang lain

Jika ada orang lain atau teman kita yang berbicara mengenai keburukan yang ada pada diri kita, tentu kita tidak merasa nyaman dan gelisah. Begitu pula sebaliknya, ketika kita sedang membicarakan yang berkaitan dengan teman kita atau orang lain, pasti orang tersebut juga merasa tidak nyama. Di sinilah kita juga perlu berempati terhadap teman ataupun orang lain.

Kedua, mengingat kerugian atau madharat dari gosip itu sendiri

Namanya obrolan yang sudah melebihi batas, tentu hal tersebut akan mengakibatkan kepada arahyang tidak baik. Bisa menjurus ke ranah dusta bahkan sampai fitnah, yang mana dari ftinah tersebut bisa muncul rasa permusuhan hingga bisa memutus tali persaudaraan antar sesama.

Ketika kehidupan satu sama lain ini mulai saling bermusuhan bahkan sampai terjadi pertumpahan darah segala. Tentu hal ini sangatlah merugikan, dan menjadikan hidup tidak tenram. Dari berbagai akibat yang ditimbulkan hanya dari sekedar gosip inilah. Kita semua harus menjauhi dan syukur tidak menyukai yang namanya gosip ini.

Ketiga, perluas cakrawala pengetahuan

Salah satu cara untuk menghindari gosip diantaranya juga dengan memperluas dan memperbenyak pengetahuan ataupun wawasan kita. Memperluas cakrwala pengetahuan ini bisa dari berbagai media, mulai dari acara berita di televisi, radio, kemudian juga lewat surat kabar, atau bahkan melalui smartphone yang kita miliki.

Semuanya tentu hal-hal yang positif, bisa juga dengan cara kita membaca atau menyimak topik-topik acara yang bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua. Sehingga dari berbagai informasi yang kita dapatkan, kita tidak mudah terpancing dengan gosip yang sedang ramai diperbincangkan.

Keempat, menjauhi berbagai macam kumpulan yang tidak penting

Di era modern ini tentu banyak berbagai macam kumpulan, mulai dari ngobrol bareng, sampai yang sifatnya lembaga. Di sinilah kita harus pintar-pintar menjaga dan mengatur teman-teman yang sering kumpul bareng dengan kita. Bahkan media sosial pun juga bisa menjadi tempat ngobrol bareng dengan teman atau orang lain.
Jika kita tidak mawas dan tahu diri, tentu kita akan terbawa arus pembicaran yang berujung kepada gosip-gosip yang belum pasti kebenarannya. Dari sinilah kita harus senantiasa berhati-hati, karena ketika terlarut dalam gosip tersebut bisa menimbulkan perpecahan dan permusuhan

Kelima, menjaga dan mengendalikan lisan

Untuk cara yang satu ini, memang tidak mudah. Tetapi ketika seseorang bisa menjaga dan mengendalikan lisannya untuk berbicara sesuatu yang baik dan benar, pasti bisa membuat dirinya maupun orang lain menjadi nyaman dan tenang.

Selain itu, nabi sudah memberikan pesan kepada umatnya untuk menjaga lisannya, berkata yang baik atau lebih baik diam. Disamping itu, sebagai umat muslim diperintahkan untuk tidak menceritakan aib saudaranya kepada orang lain. Karena yang demikian, tentu juga tidak akan disenangi jika terjadi pada dirinya.

Semoga dengan sedikit penjelasan di atas, bisa menambah wawasan dan bisa di praktekkan dalam keseharian kita. Sehingga rasa silaturahmi antar sesama dan persatuan dan kesatuan bisa terjaga dengan baik, dan obrolan yang kita lakukan dengan teman atau orang lain terdapat  nilai amal ma’ruf nahi munkar.

Wallaahu a’lam bis showwaab