Belajar tentang Asbabun Nuzul QS. al-An’am (6): 108

Larangan Keras untuk Tidak Mencela atau Memaki Sembahan Umat Lain

Mengetahui sebab turunnya suatu ayat, merupakan salah satu syarat penting bagi siapapun yang ingin mengkaji dan mendalami al-Qur’an. Terlebih lagi bagi seorang guru, ustadz atau siapa saja yang ingin menyampiakan pesan-pesan yang terkandung dalam al-Qur’an

Nah, Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit membahas tentang asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat 108 dari surat al-An’am.

Teks dan Bunyi Ayat

Bunyi dari ayat tersebut adalah:

وَلَا تَسُبُّواْ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّواْ ٱللَّهَ عَدۡوَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمٖۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمۡ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرۡجِعُهُمۡ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٠٨

Wa laa tasubbul ladziina yad’uuna min duunillaahi fayasubbul laaha ‘adwam bighairi ‘ilm(in), kadzaalika zayyannaa likulli ummatin ‘amalahum tsumma ilaa robbihim marji’uhum fayunabbi uhum bimaa kaanuu ya’maluun

Terjemah:
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”

Asbabun Nuzul Ayat

Dalam suatu riwayat Abdurrazaq, dari Ma’mar yang bersumber dari Qatadah dijelaskan bahwa:

كَانَ الْمُسْلِمُونَ يَسُبُّونَ أَوْثَانَ الْكُفَّارِ فَيَرُدُّونَ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ، فَنَهَاهُمُ اللَّهُ تَعَالَى أَنْ يَسْتَسِبُّوا لِرَبِّهِمْ قَوْمًا جَهَلَةً لَا عِلْمَ لَهُمْ بِاللَّهِ.

Bahwasannya kaum muslimin pada waktu itu suka mencaci maki atau menghina berhala-berhala yang disembah oleh kaum kafir, maka yang terjadi pun juga sebaliknya mereka kaum kafir pun membalas cacian kaum muslimin dengan mencaci tuhan yang mereka sembah.

Maka, Allah pun menurunkan ayat di atas (QS. al-An’am (6): 108), yang mana didalamnya terkandung larangan bagi umat Islam untuk tidak mencaci-maki atau mencela apa-apa yang disembah oleh mereka kaum kafir.

Hal ini karena yang mereka lakukan tentu saja sebagai bentuk balasan cacian atau hinaan semata tanpa mengetahui sama sekali tentang Tuhan yang disembah umat Islam yakni Allah, sehingga bentuk cacian atau hinaan mereka bisa sampai melampaui batas.

Pelajaran Penting..

Setelah kita ketahui bersama, tentang sebab turunnya ayat QS. al-An’am (6) ayat 108. Tentu ada suatu pelajaran penting yang perlu kita ambil, yaitu:

  1. Ayat di atas menerangkan suatu bentuk larangan dari Allah swt. kepada umat Islam agar senantiasa jangan menghina atau mencaci maki sembahan-sembahan yang disembah oleh orang-orang kafir.
  2. Sebagai orang yang tidak mempunyai pengetahuan tentu akan membalas suatu perbuatan yang mengena pada dirinya dengan perbuatan yang resikonya lebih besar dari apa yang sudah terjadi pada dirinya.
  3. Lebih mendahulukan kemaslahatan bersama daripada kemaslahatan pribadi
  4. Terkadang apa yang kita sampaikan kepada orang lain belum tentu bisa langsung diterima, sehingga butuh proses dan memakan waktu lama. Maka diperlukan juga yang namanya kesabaran.

Demikian penjelasan singkat tentang asbabun nuzul atau sebab turunnya ayat QS. al-An’am (6) ayat 108. Semoga dengan sedikit materi tambahan di atas bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dan syukur bisa kita amalkan dalam keseharian hidup kita semuanya. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin

Sumber:
Al-Wahidi, Ali bin Ahmad bin Muhammad, Asbaabun Nuzuul al-Qur’an, (Damam: Darul Ishlah), 1992 (dikutip dari software Al-Maktabah al-Syaamilah v.3.48)
Shaleh, Qamaruddin, dkk, Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya Ayat al–Qur’an, (Bandung : PT. Diponegoro), 1982
Software Al-Qur’an Digital v.2.2
Software Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1

Gambar oleh Jordy Meow dari Pixabay