Hadits Tentang Perumpamaan Teman Bagai Penjual Minyak Wangi dan Tukang Pandai Besi

Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamiin mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga akhlak dan sopan santun terhadap sesama umat manusia. Salah satu diantaranya adalah dengan melihat dan memilih siapa saja yang kita jadikan teman pergaulan dalam keseharian hidup kita.

Namanya seorang teman tentunya kita juga harus tahu latar belakang ataupun background dari seorang teman tersebut. Hal ini sangatlah penting, karena peran seorang teman mempunyai arti penting setelah keluarga dan masyarakat.

Pada kesempatan ini, akan sedikit kami uraikan dan jelaskan betapa pentingnya pengaruh  teman pergaulan, bahkan bisa mempengaruhi kehidupan seseorang itu sendiri.

Hadits Tentang Perumpamaan Seorang alJaliis (Teman Dekat)

Dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan dari Abu Musa ra., bahwasannya Nabi saw. bersabda :

” مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “

Artinya:

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hadits di atas tentu punya nilai penting bagi diri kita masing-masing. Utamanya dalam mencari teman yang satu majlis, satu group, atau satu kelompok. Artinya teman tersebut memang sering kita ajak untuk berkumpul bersama dalam satu wadah tertentu, sehingga bisa diajak tukar pikiran, ngobrol bareng, atau bahkan bikin rencana bareng.

Dalam hadits tersebut juga dijelaskan bahwa perumpamaan teman utamanya dari suatu majlis atau kelompok, ataupun group mempunyai efek yang sangat berpengaruh terhadap orang yang juga ikut dalam suatu majlis ataupun kelompok ataupun group tersebut.

Jika kita baca teks hadits di atas, beliau baginda Nabi Muhammad saw. memberikan suatu perumpamaan. Dalam hadits tersebut, tidak ada perintah untuk menjauhi teman yang sering kita ajak untuk diskusi ataupun ngobrol dalam suatu majlis ataupun kelompok bersama.

Namun, yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana diri kita bisa memperoleh teman yang banyak bermanfaat kebaikannya antara satu dengan yang lainnya.

(Bisa Jadi) Bukan Baik Buruknya Teman, Tetapi Manfaat dan Mudarat-nya

Secara tidak langsung, apakah kita lebih memilih mendekatkan diri kepada teman-teman yang senantiasa berbicara ataupun berbuat baik, sehingga kita bisa terbiasa atau mungkin malah mengikuti apa yang sering dibicarakan ataupun yang diperbuat oleh teman-teman kita tersebut, sehingga lebih cenderung mengarah ke arah yang positif atau malah sebaliknya.

Kita lebih mendekatkan diri kita kepada teman-teman kita yang senantiasa berbicara dan berbuat buruk, sehingga secara otomatis diri kita pun terbiasa juga untuk berbicara dan berbuat buruk seperti teman-teman kita yang berada dalam suatu majlis atau kelompok tersebut.

Disinilah kita diberikan akal dan pikiran oleh Allah swt. untuk memilih yang baik dan juga yang mempunyai manfaat dan dampak positif bagi keseharian hidup kita.

Pengaruh Teman Dalam Suatu Group atau Majlis atau Kelompok di Dunia Maya (Media Sosial)

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat. Tentu saja penerapan hadits di atas juga perlu kita perhatikan pada dunia maya utamanya di media sosial sekarang ini.

Media sosial saat ini juga bisa mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap individu seseorang. Hal ini tidak bisa lepas karena dengan media sosial, seseorang juga bisa menambah atau juga bisa mencari teman akrab dengan bebas di dunia maya yang semuanya serba unlimited.

Dari pertemenan ini pulalah seorang teman akrab yang sering di ajak ngobrol ataupun sharing, di media sosial tersebut juga mempunyai pengaruh penting pada keseharian seseorang tersebut. hal ini juga didukung oleh hadits nabi yang ain yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekat seseorang tersebut.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Dari sinilah kita perlu menerapkan pemahaman hadits tentang perumpamaan teman di atas, di akun media sosial yang kita buat sendiri. Dengan berkumpulnya banyak teman di media sosial yang kita ikuti, terutama dalam sebuah group atau kelompok, tentunya secara tidak langsung juga akan mencerminkan siapa diri kita dan masuk dalam kategori manakah kita. Apakah yang bermanfaat atau kurang bermanfaat ?.

Semoga bermanfaat…
Wallaahu a’lam

Sumber:
Muhammad bin Isma’il bin al-Mughirah, Shahih al-Bukhari, (ttp: Dar Thauq an-Najah, 1422 H), (diambil dari Software al-Maktabah al-Syaamiliah v. 3.42)
Sulaiman bin Asy’ats bin Ishaq, Sunan Abu Daud, (Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah, tt.), (diambil dari Software al-Maktabah al-Syaamiliah v. 3.42)
Software Kamus Besar Bahasa Indonesia v1.1
https://muslim.or.id/8879-pengaruh-teman-bergaul.html , (diakses tanggal 15 juli 2019)