Pembagian Tanda Waqof Dilihat dari Pemakaiannya

Pada kesempatan kali ini penulis akan membagikan sedikit ilmu tajwid, yang mana masih ada kaitannya dengan hukum waqof atau berhenti sejenak, ketika sedang membaca ayat al-Qur’an.

Jika pada artikel yang lalu, sudah ada sedikit penjelasan tentang pengertian bacaan waqof, maka pada kesempatan kali ini kita akan sedikit mengembangkan tentang istilah- istilah yang harus kita ketahui bersama berkaitan dengan bacaan waqof tersebut.

Istilah-istilah ini dapat kita jumpai pada pembagian dari waqof itu sendiri. Pertama, Pembagian waqof itu sendiri dilihat dari segi pemakaiannya. Kedua, Pembagian waqof berdasarkan dari segi jenisnya.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar mengenal tentang waqof dari segi pemakaiannya

Waqof Berdasarkan dari Segi Pemakaiannya

Dari segi pemakaiannya, waqof ini terdiri dari empat macam, yaitu:

  1. Waqof Ikhtibarii (اختباري

Waqof Ikhtibaarii (اختباري) adalah berhentinya bacaan dikarenakan untuk menguji atau mendidik para anak didik. Menguji dalam arti ketika ada seorang qori’ (pembaca al-Qur’an) ditanya oleh seorang guru atau juri untuk menerangkan al-maqthu (bacaan yang terpotong)

Adapun mendidik adalah proses mengajari seorang guru kepada para anak didiknya untuk mewaqofkan ayat jika memang terpaksa membutuhkan berhenti (untuk memudahkan bacaan)

2. Waqof Intidhorii (انتظاري)

Waqof Intidhoori (انتظاري) adalah berhenti untuk menunggu. Artinya berhentinya seorang qori’ (pembaca al-Qur’an) pada sebuah kata, untuk menghubungkan dengan bentuk kata satu dengan bentuk kata yang lainnya, dikarenakan adanya perbedaan riwayat dalam membaca kata atau ayat tersebut.

Waqof seperti ini biasanya digunakan oleh mereka yang sedang menghafal dan mengkaji riwayat-riwayat bacaan al-Qur’an (atau yang sering disebut dengan qiro’ah sab’ah)

3. Waqof Idhthiroorii (اضطراري)

Waqof Idhthiroorii (اضطراري) adalah berhentinya bacaan disebabkan terpaksa (darurat). Seperti, ketika seorang qori’ (pembaca al-Qur’an) yang kehabisan nafas, batuk, atau lemah dalam unsur membaca dan sebagainya.

4. Waqof Ikhtiyaarii (اختياري)

Waqof Ikhtiyaarii (اختياري) adalah berhenti qori’ (pembaca al-Qur’an) membaca al-Qur’an pada kalimat yang dipilihnya sendiri dan memang disengaja. Bukan karena sebab-sebab yang telah disebutkan pada tiga waqof di atas.

Waqof Ikhtiyaarii (اختياري) inilah yang kemudian oleh para ulama dibagi menjadi empat tingkatan. Pembagian ini tentunya didasarkan pada makna dan kalam (sesuai susunan arti, kalimat dan ilmu ilmu yang bersangkutan dengan al-Qur’an)

Demikian, penjelasan singkat mengenai pembagian waqof berdasarkan segi pemakaiannya. Semoga dengan mengetahui materi pemakaian waqof dari pemakaiannya ini bisa menambah pengetahuan baru bagi kita semuanya dan bisa kita manfaatkan secara bersama-sama.. Aamiin

*) Untuk materi waqof dari segi jenisnya, insyaAllah bisa kita lihat dan bahas di perjumpaan selanjutnya.

Sumber:

Sholeh, Qomari, Ilmu Tajwid, (Jombang: Pesantren Darussalam), tt.
Ridwan, Ahmad Syakir, dkk, Panduan Ilmu Tajwid Versi Madrastul Qur’an Tebuireng, (Jombang: Unit Tahfidz Madrasatul Qur’an), 2004
Qur’an in Ms. Word v. 2.2