Ketika Nama dan Perbuatan Tidak Satu Jalur

Ahmad yang Baik dan Ahmad yang Dusta

Ketika seseorang memberikan nama kepada seseorang ataupun anak, pasti orangtuanya sudah mempersiapkan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan, agar seorang anak tersebut bisa berperilaku atau menjadi seseorang yang diimpikan orangtuanya dengan nama yang telah diberikannya, entah perbuatan ataupun kelakuannya.

Dengan nama yang diberikan oleh kedua orangtuanya, seorang anak juga diajak sedikit berfikir, ketika dewasa kelak. Karena sebuah nama ada yang berkaitan dengan sesuatu atau kejadian saat diri kita dilahirkan di dunia ini. Akan tetapi, dalam keseharian saat ini, mungkin ada yang sedikit kontras. Maksudnya, namanya bagus tetapi kelakuannya buruk atau malah sebaliknya.

Sebuah Pilihan…

Dalam sebuah buku (terjemah) “Kisah-Kisah Inspiratif” karya A’idh al-Qarni, didalamnya disebutkan mengenai tiga sosok Ahmad yang mempunyai perangai baik dan tiga sosok Ahmad yang mempunyai perangai buruk (dusta). Padahal, kita ketahui sendiri bahwa Nama Ahmad merupakan nama yang baik, namun ketika kita mengetahui ada Ahmad yang berperilaku buruk.., Na’udzubillah

Dijelaskan bahwa, telah jujur Ahmad, Ahmad dan Ahmad. Siapa sajakah Ahmad yang dimaksud dengan nama Ahmad yang jujur ini.

Pertama, Ahmad atau Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa Sallaam., yang telah jujur dalam risalahnya. Kedua, Ahmad bin Hambal yang jujur sebagai ahli hadits (ahlussunnah), dan Ketiga, Ahmad bin Taimiyah yang jujur dalam dakwahnya.

Serta telah berdusta Ahmad, Ahmad, dan Ahmad. Siapa sajakah Ahmad yang tiga ini.

Pertama, Ahmad Syauqi, yang telah berbuat buruk dalam syairnya, yang berbunyi: “Sosialisme, engkaulah imam mereka, Jikalau bukan karena klaim umat dan sikap orang yang berlebihan”

Kedua, Ahmad al-Mutanabi, yang di ‘cap’ buruk, gara-gara ucapannya: “(ketika) aku berada dalam umat yang dijauhi oleh Allah, dan terasing. Bagaikan (orang) shaleh yang berada ditengah-tengah kaumnya.”

Ketiga, Ahmad Ghulam Mirza, yang berani dan berdusta dengan ‘mengaku-ngaku’ sebagai nabi.

Itulah tiga Ahmad yang di satu sisi, mempunyai perangai yang baik yang sesuai dengan namanya, dan di sisi yang lain sangatlah bertolak belakang dengan arti namanya. Semoga dengan penjelasan yang singkat dan padat ini, pengetahuan kita sebagai umat muslim semakin bertambah, dan tahu apa dan siapa diri kita yang sebenarnya..

Wallaahu a’lam bis shawwaab

Sumber:

‘A’idh al-Qarni, Kisah-Kisah Inspiratif (terj.), (Solo: Aqwam, 2012)