Apakah Cintamu Kepada Harta Melebihi Cintamu Kepada-ku

Ketika Rasulullah Membagi-Bagikan Hadiahnya

Bagi seorang muslim, Rasulullah adalah merupakan sosok yang perlu dijadikan sebagai uswah, panutan. Beliau juga merupakan sosok yang sangat disenangi, disukai serta dikagumi oleh umat manusia di dunia ini. Oleh sebab itu, tidak heran ketika beliau masih hidup banyak sekali orang yang ingin memberikannya suatu hadiah harta.

Sebagai utusan, tentu saja kiriman harta dari orang-orang yang mencintainya, tidak menjadikan beliau menjadi sosok yang tamak. Justru dengan adanya kiriman hadiah harta yang berlimpah itu, Beliau bisa memberikannya kepada orang-orang yang butuh dan yang kurang mampu yang ada di sekitarnya.

Orang-orang yang mendapatkan hadiah dari Rasulullah saw., tersebut, merasa hatinya begitu senang dan haru atas hadiah yang telah diberikannya, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, orang-orang tersebut tentu akan mempunyai perasaan yang begitu senang karena orang yang memberikan adalah sosok suri tauladan umat manusia.

Gara-Gara Sedikit Iri dan Tamak

Dari banyak hadiah yang dibagikan oleh Rasulullah tersebut, ada sebagian orang yang merasa gusar hatinya. Karena tidak mendapatkan jatah hadiah yang diberikan oleh Rasulullah saw., sebagian orang tersebut ada yang berkata : “ Hal ini tidaklah adil, sebagian dari kami mendapatkan hadiah, mengapa kami tidak??? Ada alasan apa kami tidak diberikan hadiah??

Mendengar hal ini, situasi berubah menjadi ‘tidak terkondisikan’, mereka (orang yang kurang mampu) heran dengan apa yang keluar dari mulut sebagian orang tersebut. Bagi mereka , orang-orang yang berkata tersebut memang tidak berhak menerima hadiah.

Hal ini dikarenakan, orang tersebut sudah masuk dalam kategori orang yang kaya dan dipastikan punya penghasilan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Sehingga, memang tidak pantas menerima suatu pemberian.

Dari sinilah kemudian orang-orang kaya tersebut muncul akan sifat tamaknya. Mereka juga berkeinginan untuk mendapatkan hadiah harta yang diberikan oleh Rasulullah saw. Orang-orang dengan sifat seperti ini tentu tidak   memperdulikan siapa saja yang ada di sekitarnya, karena yang diinginkan adalah bisa mendapatkan harta yang banyak juga menguntungkan

Hanya gara-gara rasa iri dan sifat tamak, orang yang kaya pun tidak sadarkan diri, bahwa apa yang dilakukannya sudah menyalahi aturan.  Karena yang demikian itu sama saja halnya dengan merenggut hak orang lain tanpa pandang bulu.

Dari sepenggal kisah singkat di atas, semoga bisa jadi sebagai cerminan bagi diri kita sendiri. Apakah diri kita ini termasuk kategori orang yang suka memberikan hadiah atau malah masuk kategori orang yang suka protes hanya gara-gara kepingin hadiah..

Semoga Bermanfaat

Sumber:

Rina Novia, 101 Kisah Hebat Bersama Rasulullah: Menanamkan Pendidikan Karakter Anak Melalui Kisah-Kisah Bermanfaat, (Jakarta: Zikrul Hakim, 2015)