Siapakah Dia Sejatinya???

Belajar Memahami Asbabun Nuzul dari Surat al-Ikhlas

Siapa sih yang tidak tahu dan hafal dengan yang namanya dengan surat al-Ikhlas. Surat yang pendek setelah surat al-Kautsar, dan mudah untuk menghafalnya. Selain karena ayatnya yang pendek, juga bunyi yang memantul di setiap akhir ayatnya, karena diakhiri dengan huruf qolqolah ‘dal’.

Selain itu, inti dari surat al-Ikhlas itu sendiri yang langsung to the point bagi diri kita umat muslim semuanya, terutama dengan iman dan tauhid yang ada dalam diri kita. Artinya, dengan memahami surat ini, diharapkan kita bisa lebih tahu, lebih kenal, dan lebih dekat kepada siapa yang menciptakan diri kita.

Semua itu bisa kita lihat dalam asbabun nuzul dari surat al-Ikhlas di bawah ini, yang menjelaskan bahwa Allah-lah Dzat yang Maha Esa (ahad), dan kepada-Nya-lah tempat segala sesuatu bergantung (alShomad).

Surat al-Ikhlas dan Terjemahannya

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢ لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤

Artinya
Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”

Asbabun Nuzul dari Surat al-Ikhlas

Surat al-Ikhlas ini diturunkan dalam beberapa riwayat.  Semuanya mempunyai inti yang sama, yakni menjawab pertanyaan tentang kaum musyrikin dan yahudi, yang meminta gambaran tentang Allah swt. Berikut akan kami uraikan dari beberapa riwayat tersebut:

Pertama, hadits dari Ubay bin Ka’ab, yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Ahmad dan Imam al-Hakim yang berbunyi:

أَنَّ الْمُشْرِكِينَ قَالُوا لرسول الله صلي الله عليه وسلم انْسُبْ لَنَا رَبَّكَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ} قَالَ: فَالصَّمَدُ الَّذِي {لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ} لِأَنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُولَدُ إِلَّا سَيَمُوتُ، وَلَيْسَ شَيْءٌ يَمُوتُ إِلَّا سَيُورَثُ، وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَا يَمُوتُ وَلَا يُورَثُ، {وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ} قَالَ: لَمْ يَكُنْ لَهُ شَبِيهٌ وَلَا عِدْلٌ وَ {لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ}

Artinya:
Sesungguhnya kaum musyrikin meminta penjelasan kepada Rasulullah saw., mengenai hubungan (nasab)nya dengan Tuhan-nya, maka Allah swt., pun menurunkan surat ini.

Yang artinya menjelaskan bahwa: Allah itu adalah Dzat Yang Maha Esa, yakni Dzat yang tidak beranak dan diperanakkan. (Karena tidak ada satupun sesuatu yang dilahirkan melainkan akan bertemu dengan yang namanya kematian. Dan pastinya sesuatu yang mati akan meninggalkan suatu warisan/peninggalan)

Dan tidak akan ada sesuatu pun yang dapat menyamai-Nya (tidak akan ada sesuatu yang bisa menyamai dan menyerupai-Nya . Laisa Kamitslihi Syaiun).

Kedua, hadits dari Qotadah, yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan Ibnu al-Mundzir yang berbunyi:

قَالَ قَتَادَةُ وَالضَّحَّاكُ وَمُقَاتِلٌ: جَاءَ نَاسٌ مَنِ الْيَهُودِ إِلَى النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَقَالُوا: صِفْ لَنَا رَبَّكَ، فَإِنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ نَعْتَهُ فِي التَّوْرَاةِ، فَأَخْبِرْنَا مِنْ أَيِّ شَيْءٍ هُوَ؟ وَمِنْ أَيِّ جِنْسٍ هُوَ؟ مِنْ ذَهَبٍ هُوَ أَمْ نُحَاسٍ أَمْ فِضَّةٍ؟ وَهَلْ يَأْكُلُ وَيَشْرَبُ؟ وَمِمَّنْ وَرِثَ الدُّنْيَا وَمَنْ يُوَرِّثُهَا؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى هَذِهِ السُّورَةَ وَهِيَ نِسْبَةُ اللَّهِ خَاصَّةً.

Artinya:
Berkata Qotadah, ad-Dhahhaak, dan Muqatil: “Beberapa dari golongan Yahudi mendatangi nabi saw., dan bertanya:

“ Wahai Muhammad, gambarkanlah pada kami tentang Tuhan-mu. Karena dalam kitab Taurat hal tersebut sudah dijelaskan (pent), beritakanlah kepada kami, terbuat dari sesuatu apakah Dia? dan dari jenis apa? Apakah emas atau tembaga ataukah perak?

Apakah Dia makan dan minum? Dan dari siapa Dia ‘mewarisi’ dunia (ini) dan siapakah yang akan mewarisi-Nya?. Maka, Allah swt., menurunkan surat ini dan surat ini pun menjadi ciri khusus bagi (siapa saja) yang ingin membuat perbandingan dengan-Nya.

Semoga dengan sedikit pemaparan tentang asbabun nuzul surat al-Ikhlas di atas. Menjadi suatu keharusan bagi kita untuk terus belajar bahwa diri kita dan segala apapun yang ada disekitar kita hanya bergantung kepada Allah, karena tidak akan ada satupun yang bisa menandingi-Nya

Sumber:

Software Qur’an in Word v. 2.2.0

‘Ali bin Ahmad an-Naisaburi, Asbabun Nuzul al-Qur’an, (diambil dari software: al-Maktabah al-Syaamilah v.3.48)

Qamaruddin Shaleh, dkk, Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat al-Qur’an, (Bandung: CV. Diponegoro)