Jangan Lupakan Walisongo

Jangan Lupakan Mereka…  (Para Walisongo) 

http://4.bp.blogspot.com/-oJMU43JQb3I/T-gtppSO67I/AAAAAAAAAJA/lGzypR4Uxv8/s1600/walisongo.JPG
Suatu ketika di sebuah masjid…, ada orang yang sedang duduk-duduk untk beristirahat sejenak dalam kesibukan hariannya. Waktu itu jam di dinding masjid menunjukkan jam tiga sore.
Waktu untuk melaksanakan sholat ‘Ashar pun tiba, dan adzan pun berkumandang. Orang tersebut kemudian lekas beranjak dari duduknya untuk mengambil wudhu guna melakukan sholat ‘Ashar secara berjama’ah.

Setelah sholat ‘Ashar. Orang tersebut pun masih beristirahat di masjid tersebut sembari menunggu redupnya sinar matahari. Tak lama kemudian ternyata ada sekelompok anak mendatangi masjid tersebut.

Ternyata masjid itu mau digunakan untuk kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di hari itu. Akhirnya, orang tersebut menggeserkan tubuhnya untuk duduk di pinggir masjid, sambil bersandar.

Tidak lama kemudian, datanglah dua orang muda-mudi menyusul anak-anak tersebut. Sepertinya dua orang muda-mudi itulah gurunya, dan ternyata memang benar bahwa dua muda-mudi itulah guru ngaji anak-anak tersebut.

Sembari menunggu.. orang tersebut melihat kelompok TPA tadi. Mereka ternyata memang sedang kegiatan belajar mengajar al-Qur’an. Mulai dari membaca buku iqro’ sampai membaca Al-Qur’an.

Waktunya Kuis dan Belajar Lagi…

Setelah satu jam kemudian, sekitar jam lima sore, akhirnya TPA itu mau diakhiri. Sebelum diakhiri ada beberapa hal yang menarik perhatian dari orang tersebut.

Ketika mau diakhiri, salah satu guru ngaji itu mengadakan sedikit pertanyaan untuk bekal anak-anak TPA tersebut. Guru ngaji itu mengajak anak-anak untuk ‘bermain’ tebak-tebakan yang berkaitan dengan agama Islam.

Misalnya saja…, siapakah nabi yang diberikan gelar ulul azmi???, sebutkan nama-nama malaikat???, dan lain-lainnya. Sontak kemudian anak-anak pun ramai kembali berebut menjawab pertanyaan yang dilontarkan guru ngajinya..

Tetapi.. ketika guru yang satunya mencoba membuat pertanyaan yang ada kaitannya dengan sejarah Islam di Jawa (Nusantara). Anak-anak tersebut kebanyakan terdiam dan saling sharing ke temannya siapa ya???

Hanya ada dua orang yang bisa menjawabnya. Itupun nunggu lama dan nyebutkannya pun ada yang kurang sempurna

Orang yang tadinya beristirahat di masjid pun sampai terheran-heran. Kenapa anak-anak zaman sekarang kok sampai lupa siapa yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa ini…. . sebagai seorang muslim yang hidup di Jawa, orang tersebut sampai geleng-geleng kepala.

Sebenarnya.., pertanyaan dari guru ngaji yang satunya tadi yaa… bisa dibilang cukup mudah tapi tidak asal-asal menjawab. Guru ngaji tersebut cuma bertanya : “Coba sebutkan nama-nama Walisongo ???”..

Orang tersebut dalam benaknya hanya bisa mbatin, bagaimana bisa anak-anak TPA tersebut sudah lupa akan sejarah hidup mereka (para wali).

Apakah mereka tidak diajarkan tentang kisah-kisah para wali di lingkungannya atau. Saking sibuknya mengerjakan tugas, tugas dan tugas. Sehingga anak-anak tersebut hanya bisa belajar tentang pelajaran tertentu saja.

Lebih parah lagi ketika orang tersebut melihat, pertanyaan tadi untuk dijawab oleh guru ngaji yang satunya.., ternyata gurunya tadi juga lupa siapa saja nama-nama Walisongo…

Waktunya Pulang…

Karena hari sudah semakin sore, anak-anak TPA tadi pun ingin bergegas pulang. Guru ngaji yang memberikan pertanyaan tadi pun masih menyimpan jawabannya. Supaya dijawab pada pertemuan berikutnya…

Ini dilakukannya supaya anak-anak tadi bisa bertanya pada saudara atau keluarganya, serta belajar sedikit tentang sejarah Islam yang ada di Nusantara ini…

Akhirnya.., setelah semua berkumpul dan membaca surat al-‘Ashr dan membaca do’a kepada orang tua diiringi doa sapu jagad.

Kedua muda-mudi yang jadi guru ngaji mereka pun, mengizinkan pulang anak-anak tersebut dengan dipilih satu-satu supaya tetap tertib dan tidak ramai..

Setelah semuanya pulang… orang yang beristirahat di masjid tadipun ikut pulang ke rumahnya dengan menaiki sepeda motornya….

Sembari berdo’a dalam hati semoga anak-anak tadi dan anak-anaknya kelak tetap bisa menjaga sejarah Islam yang ada di Nusantara ini….

Tinggalkan Balasan