Bacaan Waqof (Pengertian dan Contohnya)

Bacaan Waqof dalam al-Qur’an

https://4.bp.blogspot.com/-A8vI23Llv6w/VrbcVPo1-_I/AAAAAAAAADw/zLuw_huSgdU/s320/waqaf.png

Pengertian Bacaan Waqof

Waqof menurut bahasa mempunyai arti berhenti. Ada pula yang mengartikannya dengan sebuah cara membaca atau membunyikan kalimat ketika berhenti.

Dalam ilmu tajwid, waqof mempunyai arti berhenti sejenak pada suatu kalimat yang pas atau sempurna .Bisa juga diartikan berhenti pada tanda waqof untuk mengambil nafas guna melanjutkan atau meneruskan bacaan suatu ayat.

Hukum Bacaan Waqof

Hukum bacaan waqof ini terdiri dari enam macam:
1. Apabila akhir dari suatu kalimat itu berharokat sukun, maka ketika waqof (berhenti), tidak ada perubahan dalam membaca kalimat tersebut. Contoh :
اَعْمَالَهُمْ — فَحَدِّ ثْ — فَارْغَبْ
2. Apabila akhir dari suatu kalimat itu berharokat fatkah, kasroh, atau dhommah, maka ketika waqof (berhenti) cara membacanya adalah dengan mematikan huruf terakhir tersebut (dibaca sukun). Contoh:

Lafadz اْلبَلَدِ dibaca menjadi الْبَلَدْ, lafadz خَلَقَ dibaca menjadi خَلَقْ .

3. Ketika berhenti pada kalimat yang berakhiran ta’ marbuthoh ( ) baik di akhir atau tengah ayat, maka cara membacanya adalah huruf ta’ marbuthoh tersebut diganti menjadi huruf ha’ ( هْ ) yang dimatikan (sukun). Contoh:

Lafadz أخِرَةٌ — القَارِعَةُ –جنّةٌ  dibaca menjadi أخِرَهْ — القَارِعَه– جَنَّهْ

4. Apabila pada akhir kalimat didahului dengan huruf yang dibaca mati (sukun), maka cara membacanya adalah dengan mematikan dua huruf tersebut dengan nada pendek. Atau bisa juga dengan dibunyikan semuanya, tetapi untuk huruf yang terakhir dibaca dengan setengah suara (suara pelan). Contoh:

Lafad بِالْهَزْلِ dibaca menjadi باِلْهَزْلْ atau بِالْهَزْلِ dengan huruf lam yang dibaca pelan,

Lafad اَلصَّدْعِ dibaca menjadi اَلصَّدْعْ atau اَلصَّدْعِ dengan huruf ‘ain yang dibaca pelan

5. Apabila pada akhir kalimat tersebut didahului oleh bacaan mad atau mad layyin. Maka cara membacanya adalah mematikan huruf yang terakhir dengan dibaca sedikit panjang, antara dua atau empat atau bisa juga enam harokat. Contoh:

مِنْ خَوْفٍ — المُفْلِحُوْنَ — الحَكِيْمُ — يَشْعُرُوْنَ

6. Apabila pada akhir kalimat itu terdapat harokat fatkah tanwin, maka cara membacanya adalah dengan membunyikan harokat fatkahnya saja yang dipanjangkan dua harokat, sehingga bacaannya menjadi seperti mad ‘iwadh. Contoh:

Lafadz اَفْوَاجًا menjadi افْوَاجَا , kemudian lafadz سَلاَ مًا menjadi سَلَا مَا 

Tinggalkan Balasan